Banjir Kembali Rendam Lingkungan Lebak Banyuwangi, Warga Tetap Waspada

Banjir Kembali Rendam Lingkungan Lebak Banyuwangi, Warga Tetap Waspada

Banyuwangi — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Banyuwangi pada Senin (17/11) dan Rabu (19/11) kembali memicu banjir di Lingkungan Lebak, Kelurahan Tukangkayu, Banyuwangi. Kawasan ini, yang posisinya lebih rendah dibanding jalan raya di sekitarnya, telah lama menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

Meski Kalilo telah direvitalisasi pada 2022 dengan peninggian tanggul, upaya tersebut belum sepenuhnya mampu melindungi warga dari genangan air yang deras mengalir dari jalan raya menuju permukiman.

Ketua RW setempat, Firman, menjelaskan bahwa banjir di Lingkungan Lebak sangat dipengaruhi kontur wilayah dan curah hujan tinggi.

“Lingkungan Lebak sering kali banjir, apalagi kalau curah hujan tinggi. Otomatis air dari jalan raya turun ke wilayah perkampungan,” ujarnya.

Firman menambahkan bahwa banjir saat ini tidak lagi bersumber dari luapan sungai, melainkan karena posisi permukiman yang lebih rendah dibanding jalan raya sehingga air mudah masuk ke rumah warga.

Selain itu, Lingkungan Lebak memiliki banyak Akun Demo sumber air. Saat hujan deras, seharusnya air mengalir menuju Kalilo. Namun ketika debit sungai tinggi, aliran air terhambat dan menggenang di permukiman.

“Kalau banjir mulai menggenang, biasanya kita panggil BPBD untuk menyedot air dengan diesel supaya cepat surut,” tambah Firman.

Warga setempat, seperti Sulastri, mengaku sudah terbiasa menghadapi banjir yang rutin menggenangi kediamannya. Meskipun sudah ada upaya mitigasi, ketahanan warga kembali diuji saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

Fenomena ini menjadi pengingat akan pentingnya perencanaan tata kota dan mitigasi banjir yang lebih efektif, terutama bagi permukiman yang berada di dataran rendah.

Sumber: https://ausbets.com.au/brisbane-roar-v-sydney-fc-round-2-a-league-tips/