BANYUWANGI – Fenomena perilaku merokok di kalangan pelajar Banyuwangi menunjukkan tren peningkatan seiring bertambahnya jenjang usia. Temuan terbaru dari survei Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi mengungkapkan bahwa salah satu faktor pemicu kebiasaan tersebut berasal dari perilaku guru dan tenaga pendidik yang merokok di hadapan siswa.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, membenarkan hasil survei tersebut. Berdasarkan data yang dikumpulkan, sekitar 30 persen pelajar mengaku mulai merokok karena meniru guru, ustaz, atau orang-orang yang mereka hormati.
“Ada yang sekadar coba-coba, ada juga yang iseng. Yang cukup mengagetkan, sekitar 30 persen menyebut karena orang-orang yang dihormatinya seperti guru dan ustaz juga merokok,” ujar Amir, Senin (6/10/2025).
Menurut Amir, jumlah pelajar perokok mengalami peningkatan signifikan dari jenjang SMP ke SMA. Di tingkat SMP, tercatat 5,5 persen pelajar merokok, sedangkan di tingkat SMA angkanya melonjak menjadi 14,3 persen.
“Artinya, dari 10 pelajar SMA, ada satu hingga dua orang yang sudah merokok,” jelasnya.
Dinkes Banyuwangi telah menyampaikan hasil survei ini kepada Dinas Pendidikan untuk ditindaklanjuti melalui program pembinaan dan edukasi lebih intensif terkait bahaya merokok di usia muda.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, menegaskan bahwa sekolah merupakan kawasan bebas asap rokok. Ia menekankan pentingnya keteladanan guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan bebas rokok.
“Kalau ada guru merokok di sekolah, pasti kami tindaklanjuti. Sekolah harus bebas asap rokok, bahkan di ruang guru pun tidak boleh. Asap rokok saja dilarang, apalagi aktivitas merokok,” tegas Suratno.
Suratno menambahkan, kebijakan bebas rokok di sekolah juga sejalan dengan program pemerintah pusat, yakni 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Gerakan Sekolah Sehat, yang menekankan pentingnya lingkungan pendidikan yang sehat dan bersih.
“Kalau masih ada asap rokok, berarti sekolah itu tidak sehat,” ujarnya.
Setiap tahun, Dinas Pendidikan Banyuwangi juga rutin mengeluarkan surat edaran larangan merokok di lingkungan sekolah. Namun, karena adanya dinamika pergantian tenaga pendidik, Suratno menegaskan perlunya pengawasan berkelanjutan agar aturan tersebut dapat dijalankan secara konsisten di seluruh sekolah.










Leave a Reply